Senin, 05 Januari 2015

Tahun Baru, Harapan Baru, Penguatan Komitmen



Beberapa waktu menjelang berakhirnya tahun 2014, NVSC group di BBM ramai mendiskusikan resolusi pribadi untuk tahun 2015. Saya juga ikut nimbrung. Yang muncul sebagai resolusi adalah…. mendapatkan  scholarship untuk study S3, 1 artikel terpublikasi di jurnal akademik Indonesia, sukses menamatkan study sarjana setelah tertunda beberapa tahun, menyelesaikan tesis, dan lainnya.

Terus terang ini untuk pertama kalinya saya terpikir untuk secara serius membuat resolusi. Sebelumnya saya lebih senang mengamati bagaimana orang lain ber-resolusi ria. Tapi tentu, selalu saya masuk tahun baru dengan harapan-harapan baru yang saya sampaikan kepada Tuhan dalam doa, dan biasanya itu simple. Kali ini, saya ingin mengawali tahun ini dengan cara yang sedikit berbeda yaitu merencanakan jalan-jalan saya ke depan dengan sedikit lebih smart atau lebih modern lah!

Terlalu banyak yang ingin dilakukan dan ingin dicapai di tahun baru ini. Keingingan-keinginan itu bisa bikin bingung dan tidak jarang pusing tujuh keliling. Bisa jadi saya hanya punya impian yang muluk-muluk. Berpikir smart membantu saya untuk menterjemahkan sekian banyak keinginan yang ada menjadi tujuan-tujuan hidup dan kerja saya di tahun ini dengn lebih rasional. Saya jadi ingat pikirannya Peter Drucker tentang kriteria SMART dalam menentukan satu objectives. Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Targeted! Hmmmm…. Setidaknya di hari pertama tahun baru ini saya bersyukur punya ruang dan waktu untuk berbicara dengan diri saya sendiri tentang harapan-harapan baru... tentang sekelumit komitmen hidup yang telah lama dimiliki dan kini hanya perlu diperkuat. 

Tahun ini mestilah berbeda dari tahun-tahun lalu.. Di tahun ini saya harus menjadi ibu yang lebih baik bagi buah hati, hidup harus lebih sehat lahir batin. Tahun ini harus menjadi tahun yang produktif untuk karya-karya pendokumentasian pengalaman kerja, pengembangan knowledge dan pengelolaan intuisi. Tahun ini pun harus penuh dengan proses penajaman sensitifitas dan daya kritis sosial politik.
Hal-hal ini tentu masih sangat abstrak. Tetapi di dalam yang abstrak itu tersimpan inspirasi-inspirasi sederhana namun hebat untuk perwujudan resolusi 2015 yang saya punyai. Tinggal dituangkan dalam sebuah logframe dan kemudian bergerak di dalamnya.

Bagaimana dengan anda? Mari bergerak meraih rahmat-rahmat Tuhan  yang telah disediakan bagi kita di tahun ini. Mari berjuang untuk kehidupan yang lebih baik dari perempuan maupun komunitas yang lebih luas.


Selamat menggores cerita-cerita inspiratif di tahun 2015.


Sudut Kota Ambon, hari pertama 2015